OBROLAN CETAR MEMBAHANA DENGAN RANGGA WIRIANTO PUTRA

Setelah mendapat banyak pengetahuan dari Robin Wijaya, Endang Ssn, Hilal Ahmad dan Nimas Kinanthi, malam ini kita akan berbincang-bincang dengan penulis muda yang novelnya sedang ramai dibicarakan : Rangga Wirianto,

Selamat malam Mas Rangga...

Sebelumnya mohon maaf karena sudah mengganggu waktu istirahatmu, dan trims banget sudah mau meluangkan waktu untuk bincang2 di grup kecil ini.

Bisa kita mulai diskusinya sekarang kan ya?
Suka · · · sekitar sejam yang lalu

  • Kamiluddin Azis Sambil nunggu Rangga Wirianto sisiran, yok sesi pertanyaan udah dibuka kok, silakan kalau mau curi start ...
  • Marlyn SaimaruChrist BlueAngel Sebelumnya salam kenal Kak Rangga.

    Kalau boleh tahu buku Sweet Sins karya Kakak ini menceritakan apa?
  • Robin Wijaya Aku...
    Ceria proses kreatif di balik penulisan novelnya dong.
    Hal-hal menarik apa aja yang didapat selama menulis novel ini.
    Apakah ada pemahaman baru, pengetahuan atau yang lainnya.
    Dan, gimana caranya ngegarap tema LGBT yg nggak banyak diangkat penulis Indonesia?
  • Kamiluddin Azis Buat sahabat yang belum tahu banyak tentang penulis muda yang lahir 30 Oktober 1988 ini, saya kasih info sedikit ya (mohon koreksi ya Mas Rangga kalau saya keliru). Mas Rangga ini Alumni Fakultas Psikologi dengan Konsentrasi Klinis di salah satu universitas terkemuka di Yogyakarta. Udah tampan (barangkali, hehe) jago bahasa Inggris, Prancis dan Italia.
    Selain membaca dan menulis, Mas Rangga ini punya hobi yang boleh dibilang unik loh, yaitu koleksi lukisan (melukis nya juga gak, Mas?), mempelajari partitur dan libretto opera Eropa. Salah satu cita-citanya ingin menulis sebuah opera dengan libretto lengkap karena obsesinya pada composer favoritnya, yakni Mozart.
    Dan satu hal lagi, kalau tidak salah, novel perdananya ‘The Sweet Sins’ini adalah (apa ya istilahnya: duplikat atau replika atau apa ya Mas?) dari tugas akhirnya yang membahas tentang kehidupan homoseksual yang ditinjau dari segi psikologis. Mantap kan?
    Yok, ah silakan ajukan pertanyaan kamu lagi ya...
  • Kamiluddin Azis Ketitipan salam dari Petra Shandi, sekaligus dia nanya (hampir sama dg pertanyaan Robin) :
    "Dari mana awalnya ide cerita itu?". Terus "sebelum mulai menulis, apakah melakukan riset tertentu? Soalnya saya baca, rangga detil sekali menceritakan kisah cinta sejenis ?"
  • Aldy Istanzia Wiguna salam kenal sebelumnya. sebenarnya saya juga sedang menulis tentang ini berdasar kisah nyata seorang kawan yang kebetulan beliau maaf "gay". kalau misalkan nulis tema seperti ini dari sudut pandang agama boleh ? kan mas Rangga Wirianto menulisnya dari sudut pandang psikologis. terus, referensi bacaannya apa saja ya mas ?
  • Petra Shandi Kang... Titip pertanyaan saya td yaa... Sorry gak bisa merapaat... Hdeuuhh toko rame uy hahah...
  • Rangga Wirianto Hi tmn" semuanya... Selamat dtg d forum ini.
    Terimakasih bt admin yg sudah mmpercayakan saya utk berdiskusi d forum yg sgt menarik ini...
    Untuk sekilas tentang the sweet sins (selanjutnya akan saya singkat TSS) bisa dibuka di blog pribadi saya: ranggaw
    iriantoputra.blogspot.com
    Dsana tertera beberapa resensi dr berbagai media, baik sosial,elektronik maupun cetak.
    Pertama sya mau minta maaf krn terlambat mmbls post ini krn signal saya agak" u-know-what lah ya,sejak banjir d jkt ini fasilitas jd agak terganggu...
  • Mulyoto M Saya suka keahabisan napas kalau bikin novel, Mas Rangga. Dapat 50 halaman mandeg terus bingung mau dilanjukan ke mana. Hingga sekarang saya belum bisa menghasilkan novel. Mungkin Mas Rangga punya kiatnya?
  • Kamiluddin Azis Marlyn SaimaruChrist BlueAngel sambil nunggu Kak Rangga Wirianto yg sedang dalam perjalanan, tadi saya sdh cuplik tuh dikit ttg isi novelnya. Petra Shandi sudah disampaikan barusan
  • Andrew Rey Navara Awal mula menjadi penuls gimana nih mas, ceritanya ?
    Dan biasa menggali imajinasi dari mana kalau mas Rangga Wirianto
  • Icuz Gociwa Salam kenal kak Rangga

    Temanya kan sulit sekali ya(menurut saya, :)) Kak Rangga butuh brp lama menggarap Novel ini?
  • Rangga Wirianto Saya termasuk penulis yg ketika menulis ya menulis saja, tdk ada mnceritakan ttg si A si B atau siapapun, tetapi karya yg baik mempunyai dinamika, nah dinamika itulah yg saya ambil dr penelitian saya ketika tugas akhir.
    Mengapa TSS terlihat sgt detail,
    krn saya menggali/eksplorasi sebuah tulisan itu dgn referensi/membanding"kan dgn karya sastra yg lain.
    Sebenarnya,jika diperhatikan, TSS itu ada dinamika psikologis yg saya ambil dr beberapa naskah opera, khususnya Opera Madama Butterfly dr Giacomo Puccini dan Opera Adriana Lecouvreur.
  • Marlyn SaimaruChrist BlueAngel Wah, tentang homoseksual. Kayaknya sekarang tema itu lagi ngetren yah Kak. Hehehe.

    Kalau boleh tahu, apakah Kakak pernah mengalami penolakan dari penerbit mayor? Berapa kali?
  • Kamiluddin Azis Kalau baca TSS itu saya seperti membaca banyak buku pengetahuan karena di sana selalu terselip, katakanlah ilmu-ilmu pengetahuan populer yang bisa menambah wawasan pembaca. Memang sengaja dibuat seperti itu atau ada permintaan khusus dari penerbit nih Mas?
  • Kamiluddin Azis Kalo kesulitan buka blognya saya copas ya Mas Rangga Wirianto untuk menjawab pertanyaan Marlyn SaimaruChrist BlueAngel : 1. Awalnya The Sweet Sins sempat ditolak oleh 2 penerbit dan tidak mendapat respons dari dua penerbit yang lain. Tetapi saya mengubahnya pada versi yang kedua hingga buku tersebut dapat sampai di tangan anda saat ini. Dan, DivaPress mengabarkan penerbitan The Sweet Sins hanya satu minggu setelah pengiriman naskah.
  • Rangga Wirianto Masalah suatu karya dlm perspektif agama, kita harus tahu dulu, agama apa yg kita mau ambil perspektifnya. Misalnya, agama islam, dlm islam sudah jelas dilarang, nah dr kata singkat itu,kita bisa mengembangkan dinamika, pergolakan emosi dr tokoh kita. Itu lah alasannya knp kita harus mempunyai bndingan yg kuat ketika menulis.
    TSS sendiri, saya memasukkan bbrp unsur d dlmnya, diantaranya ada opera, psikologis, agama, filsafat dan fotografi sebenarnya, krn cm pengetahuan itulah yg saya tahu. Andrei aksana dlm bukunya berkata, penulis itu adlh tuhan dengan 't' kecil. Artinya, penulis mmg mempunyai hak prerogatif untuk berbuat apa saja thd tokohnya,mau kita buat dia mati atau apa, sebenarnya sah" saja, tetapi jika kita mengambil perspektif tuhan itu td,tugas kita gampang sbnarnya, kita tinggal comot 1 atau bbrpa saja sifat ketuhanan, misalnya adil.
    Itu lah alasan kenapa di dlm TSS, ketika reino melepaskan Ardo, di satu sisi ia pasti kehilangan dong? Ttpi saya menggantinya dgn beasiswa ke Belanda. It's all about win-win solution, right?
    Wlwpun semuanya ada dinamikanya, ada prosesnya.
    Penakaran kehidupan tokoh itu sama halnya dgn khidupan manusia itu sndiri, semua ada takarannya....
  • Marlyn SaimaruChrist BlueAngel Hehehe. Kayaknya harus baca di blognya Kak Rangga dulu.
    *jadi malu
  • Kamiluddin Azis Ada yg titip tanya, sejak cetak Okt'12 sampai sekarang sdh berapa kali cetak Mas (emang sekali cetak brp ribu ya?)
  • Rangga Wirianto Soal tren,kok rasanya aneh seorg penulis itu menulis krn sbh trend, lalu dimana yg namanya idealisme?
    Saya lebh cenderung berkata bhw, tren, bestseller, laku, itu adlh efek dan efek.
    Ingat hukum bhwa setiap aksi akan menimbulkan reaksi?
    Bagaimana kita
    mmbuat aksi, yaitu se-berkualitas apa karya kita. Jika karya kita berkualitas, pasti penerbit akan menerbitkan buku kita.
    TSS sendiri pernah mengalami penolakan dan ketidakjelasan, uraian singkatnya ada d blog saya, di 13 Fakta dibalik TSS.

    Dlm menulis,saya mempunyai tokoh panutan,yaitu paulo coelho.
    Beliau menyisipkan pengetahuan" umum yg mudah sbnarnya, ttpi org kbnyakan tdk sadar bhw justru hal" kecil itulah awal mula sbh hal besar.
    TSS bukanlah pesanan org lain, saya memesannya lngsung kpd diri saya sndiri.
    Butuh waktu bertahun" utk mmbuat TSS, tulis-edit-rombak-masukin unsur ini-itu. Saya belkangan baru sadar bhw itu adlh ttg kepuasan sbenarnya, seorg pnulis selalu tdk merasa puas thd karya yg sdh dihasilkannya, ttpi itulah alasan knp penulis tahan menulis beratus" halaman...
    Coba baca kembali tulisan yg telah kita buat, pikir lagi, apakah logis rasanya jika ceritanya begini, lalu konfliknya dsini dan penyelesaiannya bgini... Jika tidak, kembangkan ide...
    Mozart pernah brkata, bukan jumlah nada yg mnentukan bagus atau tdk sbh lagu, ttpi penempatannya...
  • Aldy Istanzia Wiguna siip mas. terima kasih. jadi dapat info baru. lanjut nulis lagi.
  • Kamiluddin Azis saya sampai standing applaus nih Ngga ... denger jawaban kamu itu...
  • WN Rahman Wow, hanya seminggu dan ini adalah karya pertama. Hebat!

    Oh ya, ada triknya tidak untuk menyesuaikan bentuk tulisan jadi yang seperti drama opera dan kenapa milih bentuk opera?

    *saya belum kunjungi blog, ngaku duluan*
  • Icuz Gociwa Wah.. keren kak Rangga nulis TSS sampai bertahun2, kan bisa saja penulis tdk sabar menunggu karyanya lahir, lalu nyerah.
  • Icuz Gociwa Wah.. keren kak Rangga nulis TSS sampai bertahun2, kan bisa saja penulis tdk sabar menunggu karyanya lahir, lalu nyerah.
  • Rangga Wirianto TSS saat ini masuk cetakan kedua... Cetakan pertama 4rb eks kalau tidak salah. Ttpi saya tdk tahu rincian apakah terbitan kedua sudah terdistribusi apa blm, saya tdk tau.
    Ketika bedah TSS, seorg penanya pernah bertanya,apakah karya" LGBT ini ada hubnya
    dgn legalisasi pernikahan sesama jenis? I dunno, saya kuat menduga bhw yg bertanya blm lah membaca karya saya. Di dlm TSS tdk ada sedikitpun menyinggung soal pernikahan sesama jenis. Dan berniat utk mnjdikan dalilnya pun tdk. Ttpi saya berfikir, lagi" itu adlh efek dan reaksi.
    Biasakanlah berdemokrasi dlm mnulis...
  • Kamiluddin Azis Rangga, novel ini ditulis selama bertahun2 dan mengalami perombakan dari berbagai macam sisi, sehingga semakin mantap dan sangat dalam. Patut dicontoh. Menurut Rangga Wirianto apakah untuk menjadi terkenal dan disebut sebagai penulis sukses itu harus melalui tahap menang lomba menulis bergengsi dulu, atau mengalami puluhan kali penolakan naskah di penerbit? atau bagaimana ya?
  • Rangga Wirianto Knp opera? Pertama, why not? Kedua, krn hal ini tdk byk dibahas d indo, org msh awam dan ketiga, cm opera yg saya tahu, maafkan saya atas selera saya yg jadul itu hahaha
    Ya, adlh mungkin sbnaarnya sbh karya ditulis cm bbrp waktu saja, ttpi krn saya mas
    ih penulis baru, saya perlu menguji validasi, autentifikasi dan kredibiltas karya saya sndiri. Intinya gini deh, bayangin karya lo ada d rak prestisius d toko" buku, lo akan buat apa aja utk itu, bener???
    Dan itu lah yg saya terapkan pd TSS.
    Saya terjun langsung dlm design covernya,krn entahlah, saya merasa bertanggung jwb karya saya mulai dr pracetak hingga sampai d tangan pembaca...
  • Ririen Narsisabiz Pashaholic ciyus nih mas rangga kelahiran 88? wah masih muda *ngedipin mata. huwaaaaaaaaaa envy dalam waktu seminggu di acc divapress. punya tips gakk setia pada satu naskah. aku orangnya hoby selingkuh naskah wkwkwkwk
  • Aldy Istanzia Wiguna jadi inget naskah ketiga saya. untung dua naskah sebelumnya sudah rampung. satu nunggu terbit, satu lagi masih cari jodoh, dan satu lagi nunggu beres. ah, senangnya diskusi malam ini
  • Rangga Wirianto Terimakasih bt kang aming yg udh mmbantu saya meng-copas dr blog dan itu sgt berguna sekali.
    Hehehe
    Saya melihat pertanyaan kang aming itu spt ini, apakah perlu seorg kekasih itu mngalami berkali" putus cinta hanya untuk mngerti arti cinta?
    Jwbannya bi
    sa iya dan tidak.
    Iya, krn mungkin saja itu latihan mental buat lbh mematangkan karya kita.
    Jwban tidak, ya krn mungkin saja jika sdh wktunya, karya pertama mungkin bs lgs terbit.
    Ttpi lagi" ketika mnulis, jgn mmbuat perspektif laku/tdk, bestseller/tdk, diterima/tdk, artinya jika sudah diterima oleh pnerbit, mereka sudah percaya kpd kita
  • Kamiluddin Azis Oke deh sahabat semua, gak kerasa 1 jam lebih kita todong Mas Rangga Wirianto dg berondongan pertanyaan yg menggigit, dan dijawab dg jawaban yg cetar (mana nih... yg suka cetar cetir) membahana.. saya aja sampe merinding.. jawabannya cerdas, lugas dan sangat memelekkan mata saya... wedang jahe saya kalah bikin gerahnya, saking semangat mendengar jawaban Rangga... saya yakin semangat dan ilmu yg Rangga tularkan malam ini bakalan membekas dan memberikan spirit baru buat sahabat2 di sini. Dan karena saya yakin Rangga-nya cape... silakan dijawab saja pertanyaan terakhir di atas sambil closing dngan memberikan tips menulis malam ini bisa langsung membuat sahabat2 semua jebred, nutup pintu kamar, merenung hehe... silakan Rangga... makasih banyak ya, sukses buat karya2 selanjutnya... Gramedia kan ya (haha ember bocor kebanjiran...)
  • Kamiluddin Azis Kalau masih pengen tanya-tanya apapun ke Rangga Wirianto pasti beliau senang, ada alamat email, YM, dll di belakang bukunya... jangan minta PIN BBnya ke saya ya... langsung aja sama orangnya, hehe provokator ...
  • Aldy Istanzia Wiguna intinya kalau kata eyang Pramoedya Ananta Toer mah "Menulis adalah bekerja untuk keabadian". #sekedar menafsirkan sesuatu untuk tetap dikerjakan dan dicintai proses panjangnya. hehe
  • Rangga Wirianto Dlm menulis, kita tahu betul apa yg mau kita tulis, kmn arahnya dan apa ujungnya.
    Klu udh tau 3 unsur itu aja, dijamin gk bkal ababiel.
    Komitmen dgn satu naskah itu adlh komitmen utk seumur hdup lho, kita gbs lg mncabut naskah yg sudh beredar d masy. Konsisten lah dlm menulis.
    Sya juga bisa kasih semangat bt tmn" smntara saya sndiri msh 1 buku yg terbit, hahaha
    Tp intinya, itu adlh usaha kok...
    Semua ada proses...
  • Aldy Istanzia Wiguna surat untuk menyemangati. hehe.
  • Aldy Istanzia Wiguna setuju banget kang rangga
  • Aldy Istanzia Wiguna buat yang belum baca surat sederhana saya untuk kang aming. bisa dibaca disini : https://huruftakselesai.wordpress.com/2013/01/09/karena-huruf-kita-tak-pernah-kenal-selesai/
    huruftakselesai.wordpress.com
    semacam surat sederhana untuk Kamiluddin Azis, penulis buku Kau Bisa Mencintaiku...Lihat Selengkapnya
  • Kamiluddin Azis Titipan pertanyaan lain :
    1. Mungkin ada juga penulis yg hobinya biasa-biasa saja atau bahan bacaannya juga yang tidak terlalu berat, apakah penulis-penulis seperti ini punya kans untuk maju dan bersaing di industri buku?
    2. Trus ada lagi yg nanya, k
    aitan hobi yang ditekuni dengan kesuksesan novel yg ditulis apakah ada pengaruhnya...
    3. Dari saya (habisnya Rangga ngaku baru ganti batere punggungnya...) apakah... Rangga Puas, cukup puas atau sangat Puas, dengan TSS ini? ( Terbayar sudah ya proses yg bertahun2 lamanya itu dg animo masyarakat dalam menerima TSS.)
    4. Satu lagi : Perubahan apa yang terjadi setelah TSS ini lahir?
    5. Satu lagi lagi : Apakah Rangga merasa kalau orang lain menganggap TSS lebih bagus dari Lelaki Terindah, dan apakah Rangga setuju kalau orang menilai Rangga lebih keren dibanding Andrei Aksana?
  • Kamiluddin Azis PR hehe... makasih ya Rangga... makasih sahabat semua atas partisipasinya...
  • Rangga Wirianto Hahaha iya terimakasih yg udh mau gabung, slengkapnya bs di email atau messages d fb saja
    Senang rasanya bs berbagi ilmu, krn saya yakin pemanfaatan ilmu itu jaauuhh lbh pnting drpd ilmu itu sndiri...
    Maaf jika byk pertnyaan yg blm saya jwb, ini smua krn saya OL di Bebe, hahaha
    Ass.wr.wb
  • Kamiluddin Azis tapi pertanyaan terakhir jawab via bbm ke saya ya... dijamin inbox saya penuh nunggu jawaban itu haha ... sukses ya
  • Kamiluddin Azis tuh, demi nanya2 ke Rangga Wirianto yg cuma bisa OL di bb, diskusi ini diadakan di wall, nggak di dokumen seperti biasanya. yakin banyak manfaatnya. dan mumpung orangnya udah ganti channel, saya kasi testimoni dikit ya... Kalau baca TSS itu saya seperti membaca banyak buku pengetahuan karena di sana selalu terselip, katakanlah ilmu-ilmu pengetahuan populer yang bisa menambah wawasan pembaca. Itu semua merupakan ramuan Rangga setelah ia melahap banyak buku sebagai pembanding dan referensi. Hobi-hobi uniknya juga memperkaya isi novel ini. Tidak heran kalau sebuah resensi memberinya bintang 5 (paling tinggi) untuk karyanya yang luar biasa ini. Tapi hati2 buat cowok2 baca buku ini jangan di tempat umum ya... bukan apa2 nanti kalian dideketin, terus ditanya gini, "boleh pinjem gak Mas novelnya.." wakaka, jawab aja... "beli aja endiri..." haha ok ok buat yang mau beli novel yg ada ttgnya minta aja ke Rangga, jangan ke saya, xixixi.... panas punggung.. selamat malam, wassalam

Tidak ada komentar:

Posting Komentar