PESERTA LOMBA ESAI 'DAMPAK KENAIKAN BBM'

Sahabat InspirasiKu... apa kabarnya?
Masih rutin menulis? Hmmm, pastinya!
Apalagi dengan jumlah even lomba fiksi yang gencar-gencar ya....
Nah, sambil mengisi waktu luang dan melatih tulisan nonfiksi kita juga. Even Menulis ESAI Grup Inspirasiku sekarang memasuki tema ketiga....
Apaan ya?
Lihat fenomena sekitarmu? Kenaikan BBM; kenaikan segala-galanya.... Di balik itu pengetatan anggaran pun disinyalir dapat menyelamatkan Kas Negara. Benarkah?
Yups, giliran kamu untuk menulis esai 500 kata dengan tema:
"Dampak Kenaikan BBM dan Solusi Menyelamatkan Anggaran Negara"
Kami tunggu karya kalian sampai 7 Juli 2013 pukul 23.49 WIB oke.... akan ditentukan seorang pemenang saja. Namun, bila memungkinkan dipilih 2 pemenang sekaligus.
Just writing... dan menginspirasi.....
(sumber gambar: https://encrypted-tbn2.gstatic.com/images?q=tbn%3AANd9GcS_4j0OnUmhuju6ZLxm2cU76q1mBWo19CTEPi4CS5XC-XHV9kC7Iw)
Sahabat InspirasiKu... apa kabarnya?
Masih rutin menulis? Hmmm, pastinya!
Apalagi dengan jumlah even lomba fiksi yang gencar-gencar ya....
Nah, sambil mengisi waktu luang dan melatih tulisan nonfiksi kita juga. Even Menulis ESAI Grup Inspirasiku sekarang memasuki tema ketiga....
Apaan ya?
Lihat fenomena sekitarmu? Kenaikan BBM; kenaikan segala-galanya.... Di balik itu pengetatan anggaran pun disinyalir dapat menyelamatkan Kas Negara. Benarkah?
Yups, giliran kamu untuk menulis esai 500 kata dengan tema:
"Dampak Kenaikan BBM dan Solusi Menyelamatkan Anggaran Negara"
Kami tunggu karya kalian sampai 7 Juli 2013 pukul 23.49 WIB oke.... akan ditentukan seorang pemenang saja. Namun, bila memungkinkan dipilih 2 pemenang sekaligus.
Just writing... dan menginspirasi.....
(sumber gambar: https://encrypted-tbn2.gstatic.com/images?q=tbn:ANd9GcS_4j0OnUmhuju6ZLxm2cU76q1mBWo19CTEPi4CS5XC-XHV9kC7Iw)
  • Anda, Petra ShandiLeli Erwinda, dan 2 orang lainnya menyukai ini.
  • Kamiluddin Azis Yg ini harus banyak pesertanya, kan temanya juga tidak terlalu sulit
  • Askar Marlindo MENAIKKAN HARGA BBM MENAIKKAN ANGKA KEMISKINAN.
    OLEH :ASKAR MARLINDO

    APBN Perubahan 2013 telah disahkan oleh Dewan Perwakilan Rakyat.Dengan disahkanya APBNP 2013 tersebut maka harga BBM subsidi sudah dipastikan naik.Harga Premium menjadi Rp 6500/liter dan solar menjadi Rp 5500/liter.Lalu dengan kenaikan harga BBM tersebut benarkah rakyat miskin akan aman dari dampak kenaikan harga BBM walaupun diguyur dengan program BLSM (Bantuan Langsung Sementara Masyarakat).Jawabanya tentu saja tidak.BLSM Rp 150 ribu per RTS jika tiap RTS beranggotakan 4 orang artinya tiap orang hanya akan mendapat Rp 37500 perorang perbulan atau hanya Rp 1250 perhari.Jumlah itu tentu saja akan langsung habis untuk menutupi kenaikan ongkos transportasi bahkan bisa kurang pun.
    Disisi lain harga harga barang dan jasa pasti juga akan merambat naik.Selama ini harga sembako telah mengalami kenaikan cukup drastis dan emnjadi beban bagi masyarakat.Ketika harga BBM naik dipastikan harga akan naik lagi dan tidak akan turun.Apalagi menjelang Ramadhan dan Lebaran yang biasanya tanpa kenaikan harga BBM saja harga harga sudah merangkak naik.Kenaikan harga itu dipicu oleh naiknya ongkos transportasi dan juga biaya produksi.Biaya produksi mungkin akan naik secara signifikan sebagai efek kumulatif dari kenaikan ongkos transportasi dan kenaikan biaya produksi bahan bahan baku dan juga bahan bahan setengah jadi.Jadi jelas “program perlindungan”yang disiapkan tidak akan cukup untuk melindungi rakyat miskin.Yang terjadi hanyalah akan mengurangi dampaknya saja.Dampak keseluruhanya tetap saja akan terasa sangat berat dirasakan.Tidak salah bila BLSM itu diplesetkan dengan BALSEM.
    Mereka yang menerima dana BLSM nyatanya akan tetap tergerus daya beli mereka.Sebab BLSM sudah habis untuk menutupi kenaikan ongkos angkot.Bagi mereka yang tidak menerima dana BLSM penurunan daya beli mereka tentu saja akan lebih besar lagi termasuk para pekerja.Menurunya daya beli sebagian besar rakyat itu tentu saja akan berdampak besar pada dunia usaha khususnya UMKM yang jumlahnya mencapai 99,9% dari keseluruhan pelaku usaha di Indonesia.Dunia usaha akan tergencet dari dua sisi.Pertama penurunan daya beli dan kedua dampak langsung dari kenaikan BBM.Padahal sebelumnya UMKM sudah disusahkan oleh kenaikan Tarif Dasar Listrik (TDL).Hal itu pada akhirnya akan membuat dunia usaha harus melakukan efisiensi diantaranya bisa jadi dengan menurunkan tingkat gaji atau bahkan berupa PHK.Jika tidak maka beban itu akan beralih kepada konsumen dalam bentuk kenaikan harga.
    Dari semua itu pada akhirnya dampak kenaikan harga BBM akan menimpa semua rakyat.Yang paling akan merasakan dampaknya adalah rakyat ekbanyakan khususnya rakyat miskin.Lalu dimana klaim bahwa kenaikan harga BBM itu demi rakyat miskin?Jika demikian siapa yang lantas yang diuntungkan demi kenaikan harga BBM itu?
    Disamping itu kenaikan harga BBM itu adalah untuk menyempurnakan proses liberalisasi migas khususnya disektor hilir.Hal itu agar swasta khususnya swasta asing bisa turut bermain dieceran migas,.Maka sungguh sangat ironis penghapusan subsidi atau kenaikan harga BBM ini meski merugikan dan menyengsarakan rakyat banyak ettap dilakukan.Hal itu adalah untuk menyenangkan dan menguntungkan pihak asing.Semua itu disebabkan diadopsinya kapitalisme khususnya dalam pengelolaan migas.Maka selama kapitalisme masih diadopsi kenestapaan itu masih akan tetap berlanjut.
    Agar migas menjadi berkah dan membawa kesehjateraan bagi rakyat jalan satu satunya harus dikelola secara syariah Islam.Dalam Islam migas adalah milik umum.Migas tidak boleh dikonsesikan atau diserahkan kepada asing.Seluruh pengelolaanya haruslah diserahkan kepada rakyat.Jika tidak maka kehidupan sempit akan terus mendera rakyat Indonesia
  • Meliana Levina Prasetyo II MARI CARI SOLUSI BERSAMA-SAMA

    Sekarang ini rakyat Indonesia sedang menghadapi dilema yaitu kenaikan BBM. Kalau BBM naik, maka harga barang-barang juga naik karena pengiriman barang dan jasa antar barang tentu juga harus menggunakan alat transportasi y
    ang memadai, begitu juga jasa ekspor dan impor. Di Surabaya ongkos transportasi dengan bemo sudah mencapai 4 ribu rupiah sejak kenaikan BBM, dulunya 3 ribu rupiah. Biaya minuman paling murah di Starbuck juga naik 8 ribu dari sebelumnya 18 ribu rupiah menjadi 26 ribu rupiah. Begitu juga harga makanan di sebuah depot, dan suplemen produk luar negeri. Bagi orang kaya tentu kenaikan harga barang tidak menjadi masalah. Tapi bagi orang yang tidak mampu, dengan adanya kenaikan harga barang tentu akan semakin mencekik leher, ibaratnya sudah jatuh masih tertimpa tangga. Ironisnya, Indonesia sebetulnya adalah negara yang kaya akan berbagai sumber daya alam yang tiada duanya di dunia, termasuk sumber alam minyak bumi, gas alam, dan berbagai hasil alam lainnya yang bisa dimanfaatkan oleh menghasilkan BBM. Sebetulnya tidak perlu Indonesia sampai krisis BBM seperti ini dan bisa menjadi negara yang adil dan makmur asal potensi SDA dan SDM negara dikembangkan secara maksimal. Kalau sampai terjadi krisis BBM seperti ini, sebetulnya setiap orang perlu introspeksi diri masing-masing, apa yang selama ini diperbuat? Kalau masih banyak penimbun BBM sehingga BBM menjadi naik, seharusnya cari solusi yang tepat bagaimana caranya untuk memberantas semua penimbun BBM agar BBM tidak terus naik dan bahkan bisa turun drastis. Selain itu juga berusahalah agar bisa menciptakan BBM alternatif jika suatu saat BBM fosil sudah habis dan tidak bisa diperbarui lagi. Cobalah memanfaatkan sumber daya alam lainnya yang bisa diperbarui seperti minyak jarak, minyak singkong, minyak jelantah, minyak kelapa sawit, kotoran hewan, tenaga matahari, air, listrik, dan sebagainya untuk membuat BBM alternatif yang jauh lebih murah dan dijamin bebas polusi udara. Toh Indonesia termasuk kaya sumber alam yang berlimpah ruah, tinggal memanfaatkan saja dengan sebaik-baiknya. Selain itu jika ingin menyelamatkan anggaran negara, langkah paling awal yang harus diambil adalah teruskan berantas KKN (Korupsi, Kolusi, Nepotisme) sampai ke akar-akarnya tanpa pandang bulu dan harus ada sanksi tegas bagi pelaku KKN tanpa pandang bulu. KPK (Komisi Pemberantasan Korupsi) harus diisi dengan orang-orang yang benar-benar berkualitas, tidak cuma pintar dan berpendidikan tinggi saja, tapi juga bersih, jujur, adil, cekatan, netral, tegas, kualitas kerja tinggi, bertanggung jawab, berani membela kebenaran dan mengungkapkan semua kasus KKN secara nyata dan transparan tanpa pandang bulu, dan lain-lain. Selain itu kualitas SDM masyarakat Indonesia harus terus ditingkatkan semaksimal mungkin mulai dari masyarakat yang terkecil sehingga bisa menjadi manusia yang cerdas, berkualitas, serta benar-benar bisa bekerja secara profesional di bidangnya masing-masing. Dengan demikian Indonesia akan bisa menjadi adil dan makmur serta tidak kalah dengan negara-negara maju. Sebenarnya memalukan memang, kalau Indonesia adalah negara yang kaya alamnya sehingga banyak dipuja-puja bangsa, tapi rakyatnya banyak yang miskin. Ini seperti anak ayam mati kelaparan di lumbung padi dan anak itik mati kehausan di kolam. Karena itu pembentukan karakter bangsa yang cerdas dan berkualitas harus dimulai dari diri sendiri tidak hanya melalui pendidikan formal saja, tapi juga melalui life skill yang tepat.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar