INTIP PENULIS : ROBIN WIJAYA

Selamat sore sahabat semua,

Sesuai dengan yg Kang Aming sampaikan tadi, sore ini kita akan ngobrol bareng dalam ‘Intip (Inspirasi & Tips) Penulis‘ bersama Robin Wijaya selama 1 jam.
· · · 7 jam yang lalu


  • Atika Nur Sabrina menyukai ini.

    • Kamiluddin Azis Silakan ajukan pertanyaan yang berhubungan dengan dunia menulis dan penerbitan di komentar di bawah. Tunggu jawabannya terlebih dahulu sebelum mengajukan pertanyaan selanjutnya, ya.

    • Kamiluddin Azis Sebagai pertanyaan pembuka, ini dari saya nih, Mas.. Mas ini kan awalnya penulis novel komedi ya.. kok bisa ya banting setir ke genre romantic seperti ini, udah gitu novelnya keren dan laris pula. Memangnya lebih mudah menulis cerita cinta daripada cerita komedi ya, Mas? Perbedaan yang paling mencolok dalam proses penulisannya apa nih Mas Robin Wijaya?
      7 jam yang lalu · · 1

    • Marlyn SaimaruChrist BlueAngel Bergiliran gitu bukan kak?
      7 jam yang lalu melalui seluler ·

    • Kamiluddin Azis Nunggu Mas Robin Wijaya menjawab dulu, supaya beliau tidak pusing, hehe

    • Marlyn SaimaruChrist BlueAngel Oke deh kak. Sekarang ngantri dulu deh. Hehehe. :D
      7 jam yang lalu melalui seluler ·

    • Gagak Sandoro Ikut nanya. Dalam genre romance unsur penting dalam naskah itu diksi atau apa ya, Mas?
      7 jam yang lalu melalui seluler ·

    • Petra Shandi akhirnyaa bisa OL ! mana-mana mas Robin Wijayanya? hehe
      7 jam yang lalu · · 1

    • Petra Shandi pertanyaan saya berapa lama proses produksi novel "Before You" dan bagaimana prosesnya hingga diterima gagas. hhhehe
      7 jam yang lalu · · 1

    • Marlyn SaimaruChrist BlueAngel Pertanyaanku selama beberapa bulan ini;
      Bagaimana caranya tembus penerbit mayor Kak? Terutama lewat cara umum, yaitu kirim via pos. :D

      7 jam yang lalu melalui seluler · · 1

    • Kamiluddin Azis Ali Sakit Wirasatriaji nanyanya di sini ya.. copas aja, please!

    • Robin Wijaya Saya jawab satu-satu ya. Oh ya, pertanyaan-pertanyaan di wall post sebelumnya saya gabung jadi satu aja disini biar nggak pusing bolak-balik :)
      7 jam yang lalu · · 1

    • Tha Artha asik2 ^^

    • Robin Wijaya Kamiluddin Azis nulis komedi itu waktu SMA sampai sekitar tahun 2005-an. Sebenernya lebih sering nulis naskah parodi atau plesetan-plesetan film yang udah ngetop. Saya baru mulai nulis romance dan yg agak serius sekitar tahun 2010, itu pun awalnya karena untuk keperluan kompetisi. Perbedaan paling mencolok yg pasti sesuai dengan genrenya. Romance lebih banyak berkutat di seputar karakter dan konflik antar tokoh. Sedangkan komedi dari pengalaman saya menulis dulu lebih bebas dan ekspresif (tapi juga jangan eksplisit)
      7 jam yang lalu · · 1

    • Robin Wijaya Gagak Sandoro nggak harus selalu ngutamain diksi kok. Diksi cuma bagian dari gaya menulis si penulisnya aja. Coba baca banyak-banyak novel romance deh. Nggak semua novel romance ditulis dengan puitis kok. Tapi sesuai dengan namanya "novel romance", berarti sebisa mungkin ada part atau scene romantisnya, dan yang pasti mengangkat konflik cinta para tokoh utamanya :)
      7 jam yang lalu · · 2

    • Robin Wijaya Petra Shandi sebelumnya diralat dulu ya, judulnya "Before Us" loh, bukan Before You. Hehehehe. Proses nulisnya cukup panjang, sampai sekitar 2 atau 3 bulan, dan itu pun belum termasuk proses revisi. Novel ini pernah masuk 20 besar kompetisi 100% Roman Asli Indonesia nya GagasMedia, dan akhirnya diterbitkan oleh pihak Gagas :)

    • Wahyu Susanto kalau menulis romance, supaya tidak terjebak ke dalam kisah cinta yg gitu2 aja, gimana caranya?

    • Petra Shandi ooh jadi karena masuk 2 besar kompetisi itu, makanya gagas nerbitin novel mas Robin Wijaya? keren dah

    • Petra Shandi eh 20 besar! hahah
      7 jam yang lalu · · 1

    • Robin Wijaya Marlyn SaimaruChrist BlueAngel Marlyn ada niat mau kirim kemana? Saran aku sih, sebelum ngirim, baca dulu novel-novel terbitan penerbit yg kamu tuju. At least, biar kamu tahu standar novel yang diterima penerbit tersebut seperti apa. Itu akan lebih mencerahkan kamu sebelum mengirim naskah ke sana. Intip juga novel2 best seller dan penulis2 kebanggan dari penerbit tersebut. Semakin banyak kamu baca, akan semakin mengerti standar penerbit tersebut. Lewat pos email? Tergantung ketentuan penerbitnya :)
      7 jam yang lalu · · 1

    • Petra Shandi ada pertanyaan lain.. gimana caranya PDKT sama penerbit mayor plus para editornya? hahah

    • Tha Artha Katanya kan kalo mau nembus mayor, harus kenal dulu

    • Robin Wijaya Wahyu Susanto jangan nulis yang itu-itu aja, jangan baca yang itu-itu aja, jangan nonton yang itu-itu aja :)
      7 jam yang lalu · · 2

    • Tha Artha Copas pertanyaan si Ali Sakit Wirasatriaji: Pertanyaan saya,
      -- Sebelum anda berkarya di dunia tulis, lalu memulai menulis, boleh tau tujuan anda saat itu? Lalu ketika sekarang sudah menghasilkan karya nyata, apa tujuan anda. Apakah masih sama seperti dulu? --

      terima kasih :)


    • Marlyn SaimaruChrist BlueAngel Oh, begitu yah kak. Berarti aku harus banyak belajar dengan penulis lain. :D

      Kakak, aku boleh minta pendapat kakak gak? Aku sempat baca salah satu posting yang katanya sekarang fiksi indonesia semakin buruk. Sudah jauh dari sastra karena lebih banyak mementingkan cerita. Sebenarnya aku sempat down baca posting itu. Menurut Kakak bagaimana?

      7 jam yang lalu melalui seluler · · 1

    • Gagak Sandoro Sampai sekarang yang paling susah itu penguatan latar. Supaya lattar itu bisa beras feelnya gimana, Mas?
      7 jam yang lalu melalui seluler ·

    • Robin Wijaya Petra Shandi gimana ya PDKT nya? kayaknya nggak ada proses PDKT deh. Penerbit yg baik selalu terbuka dengan karya-karya penulis baru/ pemula. Setahu saya, banyak penulis2 GagasMedia atau Gramedia Pustaka yg bahkan karya pertamanya diterbitkan oleh penerbit2 tersebut dan awalnya mereka bukan penulis yg sudah punya karya lebih dulu.
      7 jam yang lalu · · 2

    • Robin Wijaya Tha Artha nggak harus kok. Saya juga masuk naskah dulu baru kenal sama penerbit dan editornya :)
      7 jam yang lalu · · 1

    • Tha Artha Untuk proses ngetik naskah, gimana caranya? Kapan? Aku sering ngetik malam sebelum tidur, t5api cuma bertahan 2-3 jam, setelah itu...tepar! Ngantuk

    • Tha Artha Lalu agar proses pengetikan naskah lancar jaya, bagaimana tipsnya? Ideku sering berhenti di tengah jalan
      7 jam yang lalu · · 1

    • Robin Wijaya Tha Artha & Ali Sakit Wirasatriaji niat awalnya untuk berbagi, dan saya suka kalau orang mau membaca karya saya kemudian mengapresiasi. So far masih seperti itu kok. Kalau pun nanti saya lebih berkembang lagi, tujuannya masih sama 'berbagi' hanya diperluas lagi, misalnya jadi 'berbagi ilmu' :)
      7 jam yang lalu · · 1

    • Robin Wijaya Gagak Sandoro banyak baca dan banyak berlatih. Semakin banyak buku yg dibaca, semakin banyak referensi bahasa dan kata yg bisa kita gunakan. Terus, latihan deh :)
      7 jam yang lalu · · 2

    • Petra Shandi Mas Robin kapan meluangkan waktu untuk menulis, tentunya mas Robin punya aktivitas lain yg sama sibuknya donk? apakah malam? atau sela2 jam kerja mungkin? atau subuh? hiihih

    • Wahyu Susanto iya tuh, gimana caranya supaya nulisnya lancar. seringkali kan mandeg di tengah jalan
      7 jam yang lalu · · 1

    • Kamiluddin Azis Menyimak dan banyak pertanyaan saya yg terwakili... ayo mana yg lain.... saya nanya deh Mas Robin Wijaya kenapa Before Us mengangkat tema yg menurut saya tidak biasa dan di masyarakat tertentu justru belum bisa menerima kehadiran kehidupan seperti itu? Ada beberapa buku yang pernah mengangkat tema / tokoh seperti 2 lelaki dalam Before Us, dan laris di pasaran. Apakah sebagai penulis Mas menganggap masyarakat/pembaca kita sudah bisa menerima 'perbedaan'itu dan kemudian menganggapnya 'biasa'? Atau justru ada tujuan tertentu untuk mengubah yg 'tak biasa' itu menjadi 'biasa'? Atau hanya karena tema/tokohnya saja yg unik yg menjadi pertimbangan Mas untuk menciptakannya?

    • Robin Wijaya Tha Artha Wahyu Susanto editor dan beberapa penulis yang saya kenal selalu menyarankan untuk membuat outline lebih dulu sebelum menulis. Dan itu juga yang sekarang sedang saya terapkan. Coba buat gambaran bagaimana kamu akan memulai dan mengakhiri ceritanya, bagaimana cerita tersebut berjalan dan bagaimana konflik memuncak. Semandeg-mandegnya, at least kita sudah punya jalan cerita yang bisa dikembangkan :)

    • Robin Wijaya Marlyn SaimaruChrist BlueAngel aku kurang paham, sastra seperti apa dulu yang dimaksud? Kalo dinilai kurang bagus, saya kurang setuju. Buktinya penerbitan dan jumlah penulis di Indonesia makin tahun makin bertambah. Aku pikir, itu masalah selera dan perkembangan trend dan jaman
      6 jam yang lalu · · 3

    • Petra Shandi iya.. sempat terkejut dengan jalan cerita yg "gak biasa" seperti itu. tapi yaitu... ternyata mas Robin Wijaya sukses membuat bikin pembaca semakin penasaran.
      6 jam yang lalu · · 1

    • Robin Wijaya Tha Artha Petra Shandi fleksibel aja, tergantung stamina. Saya paling nggak kuat kalo nulis dalam keadaan ngantuk atau sakit kepala.

    • Petra Shandi denger2 mas Robin Wijaya lagi nyiapin novel baru ya? kasih bocoran donk hehhe
      6 jam yang lalu · · 1

    • Alin You Met ketemu lagi Mas Robin.... :)
      6 jam yang lalu melalui seluler ·

    • Wahyu Susanto saya jg paling nggak bisa nulis dalam keadaan tidur,hahaha
      6 jam yang lalu melalui seluler ·

    • Robin Wijaya Kamiluddin Azis sejujurnya waktu pertama nulis Before Us, saya cuma berpikir untuk kepentingan kompetisi saya perlu menulis sesuatu yang berbeda/ tidak biasa. Tapi setelah masuk proses revisi dan diskusi dengan editor, saya baru sadar kalau akan ada banyak orang yang membaca buku ini dan memberikan pandangannya. Kalau dibaca berulang-ulang, pasti tahu deh apa pesan yg saya sampaikan lewat cerita tersebut (dan jangan terpaku sama Agil nya aja ya)
      6 jam yang lalu · · 1

    • Kamiluddin Azis Sudden Death ya Mas, hehe ...

    • Robin Wijaya Petra Shandi at least penasarannya nggak bikin kesel sama bukunya kan? :p
      6 jam yang lalu · · 1

    • Marlyn SaimaruChrist BlueAngel Oke deh! :D
      Makasih Kak atas jawabannya.

      Nanti kalau ada kesempatan, aku ingin bisa bikin novel duet dengan Kak Robin. Hehehe.
      *ngarep

      6 jam yang lalu melalui seluler ·

    • Robin Wijaya Wahyu Susanto indeed, kayaknya semuanya juga sama tuh :p

    • Kamiluddin Azis Iya Mas... hemh... Ternyata naskah yg masuk 20 besar saja bisa lebih ngetop daripada 3 besar. Pada awalnya apa ya kurang dari Before Us, kok gak masuk 3 besar ya Mas?

    • Robin Wijaya Petra Shandi yep, ada yang rajin mantau fanpage nya GagasMedia? Lagi rame proyek gagasduet kan ya. I'll be one of them loh, tunggu aja kelahiran novel duet saya :D

    • Robin Wijaya Alin You hallo juga Alin, sudah tamat berapa kali nih baca Before Us nya? :p

    • Kamiluddin Azis Kalo Mas Robin Wijaya baca karya Petra Shandi, ada beberapa yg nyerempet bahaya, hahaha.. setipe ma Agil dan Radith..

    • Petra Shandi satu masalah saya mas Robin Wijaya...saya bosenan. setiap menulis novel selalu mandeg tengah jalan. ada solusi gak?

    • Robin Wijaya Marlyn SaimaruChrist BlueAngel amiiinnn... kalo emang diijinkan Tuhan, kenapa nggak :)

    • Alin You Hanya bisa menyimak neh. Kepala lagi senat-senut abis pulang gawe.
      6 jam yang lalu melalui seluler ·

    • Robin Wijaya Kamiluddin Azis juri pasti punya penilaian sendiri ya, dan buat orang yang novelnya pernah ditolak sama penerbit major, saya senang sekali bisa masuk 20 besar :)

    • Kamiluddin Azis MAs itu yang ngeset jadi 3 sekuel idenya Mas sendiri atau masukan dari editor... kirain di sekuel 2 udah tamat, eh ternyata ada lanjutannya, hihi..

    • Robin Wijaya Petra Shandi plot-kan naskah kamu (buat outline), dan tulislah sesuatu yang menarik dan kamu sukai :)
      6 jam yang lalu · · 1

    • Gagak Sandoro Pengolahan konflik pada genre romance kan terkesan gitu aja. Cara untuk cari konflik itu gimana ya?
      6 jam yang lalu melalui seluler ·

    • Alin You Anyho, sukses buat Before Us nya. Kalo udah keluar novel duetnya, tag aku ya, Mas. Ditunggu kuis spt Before Us. Hehehe...
      6 jam yang lalu melalui seluler · · 1

    • Robin Wijaya Kamiluddin Azis 4 bagian maksudnya? Bagian 1, 2, 3 dan 4? Aku sendiri dan emang direncanakan begitu. Coba deh sekali-kali baca Before Us dengan tidak runut. Misalnya, mulai di bagian 3, terus ke bagian 2, 1 atau 4. Kamu bakal tetep ngerti loh jalan ceritanya. Karena setiap bagian bisa berdiri sendiri dan konsepnya memang seperti film yang dibuat per-episode

    • Petra Shandi mas Robin Wijaya... siip tentunya... dan semoga tahun depan giliran saya di wawancara di grup isnpirasiku hahahha

    • Petra Shandi huss kang Kamiluddin Azis... jgn bilang2 soal naskah saya... era hiihihi

    • Kamiluddin Azis Duet? wow!.. hehe iya 4 bagian... oh iya ya, sy gak ngeh kalo bisa dibaca lompat2 seperti novelet sendiri2 gitu... ntar saya coba baca ulang.. Saya nanya lagi nih, Mas biasanya beresin dulu garap 1 novel sampai selesai atau pada saat boring atau ada ide lain, mampir dulu buat novel/tulisan lain? Dan kenapa begitu?

    • Robin Wijaya Gagak Sandoro buat aku konflik itu selalu jadi ide utama. Misalnya di Before Us, ide utama aku adalah tentang perselingkuhan yang dilakukan oleh si suami. Konflik itu nanti dikembangkan jadi novel. Bukan ditulis dulu terus udah sampai tengah2 baru cari konflik
      6 jam yang lalu · · 1

    • Robin Wijaya Alin You pasti Alin, mudah2an nggak lama lagi ya, kata editor sih tahun ini terbitnya :)
      6 jam yang lalu · · 1

    • Alin You Oya, mumpung masih nyantel di kepalaku. Apa yg Mas Robin bilang ttg buat outline dulu trus sodorin ke penerbit juga pernah dikatakan oleh seorang penulis senior. Jadi dgn outline itu kita bebas mengirimkan ke lebih dr satu penerbit ya, Mas? Kalo ada penerbit yg tertarik, baru deh bikin ceritanya. Begitu ya?
      6 jam yang lalu melalui seluler ·

    • Robin Wijaya Petra Shandi amiinn... share ide nggak apa2 kok :)
      6 jam yang lalu · · 1

    • Petra Shandi hayu atuh kang Kamiluddin Azis urang realisasikan duet maut kita dan kirim ke gagas hahahah...

    • Kamiluddin Azis Petra Shandi mau diwawancara.. hahaha... tiap hari juga ngaler ngidul sama di chat, hiks.. Saya mau berburu novel komedinya Mas Robin Wijaya ... hemhh.. penasaran
      6 jam yang lalu · · 1

    • Robin Wijaya Kamiluddin Azis biasanya sih 1 novel dulu sampai selesai, karena khawatirnya karakter si tokoh yg lagi ditulis jadi tercampur dengan karakter tokoh dari novel lain. Kalo boring, paling nonton DVD, baca buku dan cari temen ngobrol
      6 jam yang lalu · · 1

    • Petra Shandi tuh bener kan kata saya juga. harus setia ke satu naskah.. jgn suka selingkuh heheh

    • Robin Wijaya Alin You kalo itu, aku kurang tahu. Mungkin ada negosiasi seperti itu. Kalo mengirim naskah yg sama ke penerbit yg berbeda, usahakan jika salah satu penerbit sudah menerima, langsung segera menghubungi penerbit yg lain untuk pembatalan
      6 jam yang lalu · · 2

    • Kamiluddin Azis hehe Petra Shandi kamu sok setia.. jangan tanya apakah Mas Robin Wijaya suka nonton drama korea atau enggak!

    • Robin Wijaya Kamiluddin Azis aku belum punya novel komedi. Tulisan2 komedi yg dulu berupa naskah-naskah parodi :)
      6 jam yang lalu · · 1

    • Alin You Iya, penasaran juga dgn novel komedi ala Mas Robin Wijaya. Bisa kasih bocoran judul novelnya, Mas? Biar lebih mudah 'berburunya'.
      6 jam yang lalu melalui seluler ·

    • Petra Shandi hhahahah tah kaannn kang Kamiluddin Azis buka kartu wae hahah

    • Alin You Oh, begitu ya, Mas Robin. :)
      6 jam yang lalu melalui seluler ·

    • Kamiluddin Azis oh gitu ya, hehe tetep pengen baca! Mas Robin Wijaya awalnya suka menulis cerpen atau langsung novel? Menurut Mas Robin nih, apakah euforia lomba menulis terutama di fb saat ini bisa benar2 dijadikan sebagai ajang belajar dan unjuk kebolehan? Menurut pendapat Mas, apakah novel2 yg ditolak di penerbit mayor yg kemudian diterbitkan secara indie/self publishing itu bisa dikatakan setara dengan novel yg diterbitkan di penerbit besar? hehe borongan..

    • Robin Wijaya RM Prast Respati Zenar kamu lebih suka gaya bahasa yg seperti apa? mulailah dan akhiri dengan yg seperti itu. ada sebagian orang yg menyukai bahasa yg puitis, tapi ada juga yang lebih menyukai gaya bahasa yg flow dan ringan :)

    • Kamiluddin Azis Selain karena masuk 20 besar di lomba Gagas, apakah Mas pernah kirim ke penerbit tetapi kemudian ditolak? Lalu gimana nasib naskah itu?
      6 jam yang lalu · · 1

    • Kamiluddin Azis Pertanyaan dari Bunda Asni Ahmad Sueb trims kesempatannya buat bunda, tanya bunda ga banyak kok

      1, gimana bisa memulai cerita dengan indah, hingga dipragrap pertama bisa membuat orang berdecak kagum,
      2. Haruskan membuat novel dengan bahasa sastra seperti puisi
      3. atau memeulainya dengan percakapan
      5. gimana membuat ending sebuah cerita yang bagus dan berkesan namun terlihat menggantung..


    • Robin Wijaya Asni Ahmad Sueb 1, gimana bisa memulai cerita dengan indah, hingga dipragrap pertama bisa membuat orang berdecak kagum---buat paragraph pertama yang mengundang rasa penasaran orang untuk mau terus membacanya
      2. Haruskan membuat novel dengan bahasa sastra seperti puisi---tidak harus, banyak kok novel yg nggak puitis tapi tetap asik dan enak dibaca
      3. atau memeulainya dengan percakapan---bisa aja, kebetulan novel duet saya yg bakal terbit nanti dimulai dengan dialog dan tanpa monolog satu kalimat pun
      4. gimana membuat ending sebuah cerita yang bagus dan berkesan namun terlihat menggantung---honestly to say, aku kurang suka cerita yg endingnya ngeggantung, dan belum pernah nulis cerita dengan ending seperti ini. Kalo bunda Asni ada referensi, boleh juga untuk di-share :)


    • Robin Wijaya Kamiluddin Azis cerpen/ novel? saya suka dua-duanya, dan sensasi menulis keduanya juga berbeda :)

    • Petra Shandi waduh kantor seeppii.. saya pamit dulu ya.. mau pulang dulu. moga ntar pas nyampe rumah mas Robin Wijaya masih betah di grup inspirasiku... assalamualaikum

    • Vinny Erika Putri Mas Robin Wijaya, alamat link-nya fanpage gagas media apa ya? aku belum menemukannya :D :D

    • Robin Wijaya Kamiluddin Azis soal lomba menulis di FB? Saya memang berangkat dari event2 menulis di FB. Antologi2 pertama saya terbit dari lomba menulis di FB juga. Group UNTUK SAHABAT dan TAMAN SASTRA yang awalanya memperkenalkan saya dengan dunia menulis. Mas Dang Aji dan Mbak Jazim salah satu yg tahu awal mula saya menulis. Bisa lihat juga Aiman Bagea yg sekarang sudah punya novel solo. Belajar bisa lewat mana saja, yang penting jangan berhenti belajar :)
      6 jam yang lalu · · 2

    • Robin Wijaya Kamiluddin Azis agak sulit kalau harus menilai novel yg diterbitkan oleh penerbit major ataupun self publishing. Kadang, ada novel2 indie yg punya kualitas bagus dan layak terbit lewat penerbit major. Tapi yg pasti, buat saya pribadi ada kebanggan dengan menerbitkan secara major karena selain sudah melewati proses seleksi yg cukup ketat lebih dulu, naskah kita pun diperlakukan dengan baik dan melalui proses edit dan revisi lebih dulu oleh editor :)

    • Robin Wijaya Kamiluddin Azis tahun 2007 novel romance remaja saya ditolak oleh GagasMedia. Naskahnya masih ada di rumah, dan mungkin someday akan saya perbaiki :)
      6 jam yang lalu · · 1

    • Robin Wijaya Vinny Erika Putri coba klik di sini http://www.facebook.com/gagasmediafanpage


      Ordinary people talk about people; mediocre people talk about events, and extrao...Lihat Selengkapnya
      Halaman: 27.180 menyukai ini

      6 jam yang lalu · · 1 ·

    • Petra Shandi btw saya lagi masukin novel ke gagas... tapi gak tahulah lolos gak ya? hahah

    • Robin Wijaya Petra Shandi semoga lolos...!!! Aminnn :)
      6 jam yang lalu · · 1

    • Kamiluddin Azis Ayo masih ada waktu 10 menit lagi, siapa yg masih ada pertanyaan.. bisa langsung dijawab oleh Mas Robin Wijaya

    • Kamiluddin Azis Wah sepertinya Jam tangan Mas Robin Wijaya sudah berjalan normal kembali, hehe. 1 Jam lebih sudah lewat. Banyak pertanyaan yang masuk yang memang menjadi kendala kita selama ini, sebagai penulis pemula kita tentu haus akan ilmu. Dan ilmu itu tidak hanya bisa kita dapatkan dari buku-buku atau modul-modul kepenulisan, tetapi juga dengan cara banyak membaca karya orang lain, sering berlatih menulis, dan bergaul dengan orang-orang yang memiliki hobi, visi dan misi yang sama dalam menulis, sering berdiskusi terutama dengan mereka yang sudah berhasil akan sangat menambah wawasan kita. Cari partner yang bisa saling memberikan masukan dan koreksi akan karya kita. Kalau istilah kang Aming sih Berkarya bersama sahabat. Cari soulmate kamu dalam menulis. Terima kasih banyak Mas Robin Wijaya atas waktu, kesempatan dan berbagi pengalaman yang sangat menginspirasi kami semua. Semoga Mas selalu sukses dengan karya2nya. Mendapat hati di setiap pembaca dan pencinta buku di tanah air, dan di mana saja. Bisa minta saran atau apapun yg mungkin bisa membuat kami selalu bersemangat dalam berkarya?

    • Vinny Erika Putri Mas Robin Wijaya, aku paling "mati-matian" kalo garap genre komedi ataupun fantasi. Soal komedi, bagaimana cara membuat alur cerita yang lucu tanpa terkesan "dipaksakan" lucunya? Makasih buat link-nya Gagas Medianya. :D
      6 jam yang lalu · · 1

    • Robin Wijaya Sama-sama Kamiluddin Azis dan teman-teman. Karena saya juga masih terus belajar, mungkin yang bisa jadi point utama adalah selalu melatih skill dan menambah ilmu dari siapapun itu :)
      6 jam yang lalu · · 2

    • Robin Wijaya Dan well, jangan lupa beli dan baca novel terbaru saya yg akan terbit tahun ini juga. Kali ini project gagasduet bersama salah satu penulis GagasMedia. Kalo udah siap terbit, nanti aku share di sini cover dan sinopsisnya. Thank you :)
      6 jam yang lalu · · 1

    • Kamiluddin Azis makasih ya Mas.. sekali lagi Terima kasih banyak (gak mau pake gamsahamnida, takut ada yg protes, hehe)

    • Kamiluddin Azis iya ditunggu. eit duet ma siape? hehe.... Yg belum baca Before Us juga beli aja ke Rumah Buku Pustaka Ilmu dapatkan discount menarik di sana, atau bisa juga beli di toko-toko buku kesayangan kamu..

    • Kamiluddin Azis Buat yg masih mau bertanya atau masih ada yg ganjel, copotin aja ganjelnya, posting pertanyaanmu di sini.. besol lusa, Mas Robin Wijaya pasti akan menjawabnya...
      6 jam yang lalu · · 1

    • Atika Nur Sabrina Mas Robin Wijaya, cara buat cerita bergenre angst tu gimana?? sulit banget buatnya... :(
      4 jam yang lalu melalui seluler ·

Tidak ada komentar:

Posting Komentar