Diskusi Bersama Redaktur Majalah Joe Fiksi

( Eka Maryono )

12 Maret 2013 

Siap-siap Diskusi malam ini jam 20.00 ya....
Selamat malam Mas Eka Maryono, 15 menit lagi lampu akan menyala, hehe.... makasih sudha berkenan menjadi nara sumber dalam diskusi di grup sederhana tapi penuh semangat ini. Kami berharap ada banyak inspirasi dan semangat yang tertular dari pertemuan kita malam ini.
Ayo sahabat .... duduk yang manis....
oya tema diskusi kita malam ini mengenai 'Cerpen, Cerpenis, dan Media'
Selamat memetik ilmu dengan indah...

 

Selengkapnya
Kamiluddin Azis Berikut saya cukplik sedikit biodata Mas Eka Maryono ya : EKA MARYONO, lahir di Jakarta, 2 Maret 1974. Pendidikan terakhirnya ditempuh di Jurusan Sastra Jepang Universitas Nasional (1991–1997). Kini aktif sebagai penggiat komunitas Studi Sastra Jakarta. Bukunya yang sudah terbit yakni Etalase Sunyi: Kumpulan Puisi Kamar,Yayasan Pintar, 2002.
Kamiluddin Azis Beberapa karya yang pernah saya baca :
Sayap Malaikat – Republika 16 Desember 2012
Nosferatu – Tempo, 14 Oktober 2012
GatutKaca Gugat – Radar Surabaya 18 Maret 2012
Cerpen Batu - Republika, 10 Juli 2011

Dan yang lain masih banyak bertebaran di berbagai media nasional.
Muhammad Yusuf Abdillah Mas Eka salam kenal. Mau tanya nih.
1). Bagaimana cara agar bisa menulis panjang setidaknya 5-8 halaman? soalnya kalau pingin nulis cerpen, mentoknya paling cuma 3 halaman.
2). Bagaimana cara menyeimbangkan antara dialog dan narasi dalam cerpen?
Itu saja dulu. mungkin nanti nambah.
Hendi Wijaya bgman cra yh mmbuat cerpen yg bsa menarik olh pmbca dan bgmn cra memasarkan cerpen kita kemedia?media apa aja ctoh yh?
Eric Keroncong Protol mas Eka Maryono salam : adakah tema khusus yang membuat mas eka nulis fiksi? misalnya dalam tulisan mas tuh menonjolkan tentang pendidikan apalah.
Eka Maryono slamat malam semua sobat Inspirasiku. Mohon maaf, telat beberapa menit
Eka Maryono pertama-tama mohon maaf, kalau nnti ada gangguan teknis selama diskusi, sebab modem saya lemot. mau ke warnet, kalau malam begini penuh dengan anak2 main game online. saya coba jawab satu persatu sesuai kemampuan saya yang sebenarnya juga masih sangat terbatas.
Isti Yubaidah Terkadang ketika saya ingin membuat sebuah cerita, ide2 cerita lain bermunculan yang membuat saya mencampur adukkan cerita tsb.
Pertanyaannya gimana cara agar kita mampu terfokus pada sebuah cerita
Eka Maryono Muhammad Yusuf Abdillah: ada pepatah cina, pohon yg besar dimulai dari biji yang kecil. pepatah cina lainnya, perjalanan 1 li dimulai dari selangkah. Kalau mampunya baru tiga halaman, itu aja diperbaiki terus teknis kepenulisannya. perbaiki mulai dari openingnya, alurnya, terus ampai ke endingnya
Eka Maryono banyak pengarang yang minta dikritik naskah cerpennya oleh saya. mereka mengirimkan naskah dengan panjang bisa mencapai 21 halaman, jelas bukan standar untuk cerpen koran lagi. dan isinya kacau balau. jika saja mereka mau belajar menulis dari 1 halaman dengan EYD yg terus diperbaiki, kemudian selangkah demi selangkah belajarmengembangkan alur, tentunya hal seperti itu gak mungkin terjadi.
Hendi Wijaya bang eka klau cerpen jdul yh tntang green living bgus ngga bang?
Eka Maryono pernah nonton film kungfu? ternyata metode latihan yg ditampilkan di film kungfu itu sama dengan metode latihan sehari-hari. kebetulan waktu kecil saya kegilaan nonton film kungfu dan tentu saja sehari-harinya berhayal jadi jagoan (meski ternyata gak pernah bisa berantem beneran). maka saya latihan kungfu aliran shantung, belakangan juga aliran ngo cho kun. bapak saya yg waktu itu cuma sales lem dan udah keliling seharian nawarin lem naik motor, sampe pontang panting ngaterin saya latihan naik motor malam2 dari tanjung priok ke karang anyar di jakarta pusat. selama tiga tahun latihan pertama, cuma disuruh posisi kuda2 terus mas. tahun ke empat baru diajarin cara mukul dan nendang. tapi itulah pentingnya dasar. jadi jangan kecewa kalau cuma bisa menulis 3 halaman, sebab besok bisa jadi 300 halaman. dan sebaliknya jangan bangga kalau bisa menulis 300 halaman, sebab besok2 mungkin idenya habis hingga nulis 1 halaman pun dia tak sanggup.
Karunia Sylviany Sambas assalamu'alaikum mas Eka Maryono, mencoba bergabung dengan sahabat inspirasiku nih,
saya tertarik dengan cerpen yang bergenre fantasi dan science fiction setelah membaca beberapa karya teman2 di sebuah media. namun saya masih kesulitan untuk memulai sebuah konflik yang tepat, malah terkdang saya kurang memahami perbedaan antara kedua gnre tersebut.
Kamiluddin Azis Mungkin Mas Eka Maryono bisa bantu sedikit ulas bagaimana cara yg jitu/mudah untuk mengembangkan alur, saya yakin penulis pemula seperti halnya saya masih suka blank dan kurang pede 'apa ini alurnya sudah benar, realistis, dll'
Eka Maryono Muhammad Yusuf Abdillah (2): antara dialog dan narasi tidak perlu diseimbangkan,. yang penting baik dialog maupun narasi ditampilkan sesuai kebutuhan. kalau memang perlunya banyak narasi, lanjutkan aja. cerpen saya Cap Go Meh yang dimuat di jurnal nasional (jurnas) 99% terdiri dari narasi dan hanya 1% dialog solilokui (bicara dengan diri sendiri) tapi alhamdulillah toh diterima. sebab narasinya memang sesuai kebutuhan. untuk tahu butuh tidaknya dialog atau narasi, nah ini yg susah untuk diajarkan. feeling harus main, dan naluri itu hanya bisa muncul kalau sudah banyak berlatih menulis.
Muhammad Yusuf Abdillah wah keren penjelasannya mas. 3). Sejak kapan mas Eka suka nulis cerpen. 4). Idenya biasanya dapat darimana? 5). Adakah cerpenis idola mas? kenapa mengidolakannya?
Eka Maryono Hendi Wijaya: jangan membuat cerpen yang menarik bagi pembaca sebab kita gak pernah tau selera masing2 pembaca yg mungkin jumlahnya puluhan, ratusan atau ribuan itu. menulis harus sesuai selera kita sendiri. apa yang menarik bagi kita, itulah yg kita tulis. kita gak mungkin bisa membuat cerpoen yg menarik bagi pembaca kalau cerpennya sendiri sudah gagal membuat kita tertarik.
Kamiluddin Azis Muhammad Yusuf Abdillah menggebu sekali, hehe... bagus, kita simak penjelasannya pelan-pelan ya.... yg lain juga bisa menyimak karena pertanyaannya kemungkinan mewakili yg lain juga.
Kamiluddin Azis Buat yg belum baca Cap Go Meh bisa dibaca di blog pribadi Mas Eka Maryono berikut : http://ekamaryono.blogspot.com/2011/05/cap-go-meh.html
ekamaryono.blogspot.com
Acara ini gratis, kita hanya membayar tiket untuk masuk ke Kraton (Rp 5.000 untuk wisatawan lokal, Rp 12.500 untuk wisatawan mancanegara)
Tasliyah Noor Ningtiyas Mre mas bagaimana cara mengatasi kebosanan saat menulis?
Eka Maryono Hendi Wijaya: memang salah satu trik agar cerpen bisa dimuat di media adalah kita harus tahu dulu selera redaktur media itu. apakah dia senangnya tema sosial, keluarga, surealis dsbnya. tapi itu belakangan. langkah awalnya adalah buatlah cerpen yg bisa menarik hati kita sebagai pengarang. setelah kita sebagai pengarang sudah tertarik dengan cerpen buatan kita itu, baru kita bisa berharap orang lain ikut suka.
Eka Maryono Eric Keroncong Protokol: setiap cerpen harfus punya tema yang mau kita angkat. cerpen kakek dan peti mati saya yg dimuat di koran tempo menyoroti tema keagamaan yang hanya tampil di muka. banyak orang terpaku pada syariat tapi sampai matinya gak pernah bisa menyentuh hakikat. cerpen nosferatu saya di koran tempo berlatar penebangan hutan yg mengakibatkan warga sengsara. mungkin latarnya tersamar hingga gak kelihatan, tapi itulah latarnya.
Kamiluddin Azis Mas Eka Maryono secara umum atau kalau mau dikagorikan sebenarnya cerpen2 Mas itu bergenre apa ya? Apakah Mas Eka menulis sesuai dengan pesanan koran2 besar itu atau mengirim biasa saja seperti layaknya penulis cerpen lain yg belum ternama?
Eka Maryono Isti Yubaidah: setiap pengarang punya kebiasaan beda2. ada yang membuat kerangka karangan dulu, ada yang langsung nulis aja, ada yg nulis isinya dulu baru mencari judul, ada yg mulai dari judul dulu dsbnya. saya sendiri gak pernah fokus dengan cerita awal yang ada di benak saya. saya selalu memulai sebuah cerpen dengan sebuah judul. kalau judul udah ketemu, maka berehari-hari kemudian saya memikirkan apa yang dapat saya tulis dari judul itu. berbagai kemunkinan cerita saya pikirkan dan gak ada satu pun yang saya catat di buku harian misalnya sebagaimana yg diajarkan banyak pengharang terkenal di buku cara menulis cerpen. kalau sebuah cerita sudah saya pilih, maka saya mulai menulis paragraf pertamanya tentu saja. dan kemudian semuanya mengalir saja. apa yg saya rencanakan di awal pun bisa berubah pada akhirnya tergantung ide yg muncul belakangan. misalnya awalnya saya mau tokoh A itu mati, akhirnya bisa saja berubah si A gak mati tapi gila.
Kamiluddin Azis Ternyata cara saya menulis dengan menentukan judul terlebih dahulu itu tidak keliru, hehe buktinya Mas Eka Maryono pun demikian.
Karunia Sylviany Sambas saya juga demikian mas Eka Maryono, mas Kamiluddin Azis,
Kamiluddin Azis Kalau tanpa outline/kerangka, tadi jg ada yg nanya, ada kemungkinan stug di tengah jalan, itu gimana Mas cara menghadapinya, apa tetap cerita akan dibawa kemanapun sekehendak hati saat menyelesaikannya? Tasliyah Noor Ningtiyas Mre kalo gak salah yg tanya
Eka Maryono Isti Yubaidah: jadi jangan fokus pada cerita, sebab nati malah tidak akan fokus pada cerita yang sedang dibuat. mengalir saja. ada sebuah cerita dimana seorang bhiksu budha aliran zen bernama Hui Neng sedang belajar menjadi bhiksu (mohon maaf buat yg rada2 fanatik agama, kebetulan saya netral2 aja, jadi dengan enteng saya bisa bisa mengambil semua hal yang baik dari semua ajaran agama. yg gak setuju dengan saya, mohon maaf ya). gurunya hui neng bertanya pada calon bhiksu lain: "Bagaimana agar pikiran tidak kotor?" calon bhiksu itu men jawab, "Pikiran seperti cermin, saya harus membersihkannya setiap hari supaya tidak ada debu yang melekat". giliran Hui Neng ditanya dengan pertanyaan yang sama. Jawab Hui Neng: "Dalam pikiran saya tidak ada cermin, bahkan sebenarnya tidak ada pikiran, jadi bagaimana debu bisa melekat?" tentunya jangan ditafsirkan sama dengan orang gila karena tidak punya pikiran, tapi intinya adalah kekosongan (kasunyataan). jangan bebani pikiran kita dengan segala macam keharusan. di saat menulis, kosongkan pikiran dari segala macam ketententuan teknis. menulis saja, mengalir saja., jika mentok, habis ide, maka berhentilah seperti kayu yang tersangkut di aliran sungai. setelah ketemu jalannya, mulailah menulis lagi.
Eka Maryono Hendi Wijaya: judul apapun, cerita apapun punya harapan untuk bagus, termasuk yg berlatar soal green living itu. yg terpenting adalah kita sendiri sebagaoi pengarangnya dijadikan ukuran lebih dulu. apakah judul dan isinya sudah memikat kita sebagai pengarang? kalau belum memikat maka perbaiki terus,. kalau kita sudah terpikat dengan cerpen yg kita buat, maka ada harapan orang lain juga bisa terpikat
Petra Shandi Mas, sebuah cerpen yang baik dan layak terbit di media itu kayak gimana sih?
Hendi Wijaya bang Eka Maryono klau sya keplih dlam ajang Hilo Green Ambasador 2013 sya akn buat cerpen tntang prjlanan hdup sya dlm mndpatkan gelar duta lingkungan hdup ,dkung sya yh bang?mksh
Isti Yubaidah Oya mas.. Terkadang saat sebuah judul telah tertulis, hal pertama yang di lakukan adalah membuat kalimat pembuka yang menarik. Namun saya sering kesulitan dalam membuat awal cerita.. Apakah ada cara tertentu yang lebih mudah untuk membuat awal sebuah cerita
Eka Maryono Karunia Sylviany Sambas: sebenarnya semua cerpen adalah fantasi tentu saja, meski cerpen itu berangkat dari kisah nyata sekalipun. namun dalam cerpen remaja, genre fantasi itu mirip cerita dongeng, sementrara science fiiction sesuai namanya harus ada soal sainsnya., misalnya novel jurai karya guntur alam itu, menurut saya, bisa saja dimasukkan ke dalam genre science fiction sebab tokoh utamanya mengalami lompatan kuantum (quantum leap) dimana roh tokohnya bertukar raga dengan tokoh lain. namun ada juga orang yg mensyaratkan soal sainsnya harus lebih ditonjolkan, baru bisa disebut sebagai science fiction.
Eka Maryono Pernah nonton film atau baca novel around the world in eighty days? nah itu bisa dimasukkan dalam cerita science fiction. film the matrix juga bisa.
Kamiluddin Azis Jadi inget novelet 'Titisan' saya. Kapan2 kalo ada waktu Mas Eka Maryono atau Mas Guntur Alam saya sodorin baca ya, hehe .. itu ada juga lompatan dimensinya. Lanjut, menyimak dan menunggu jawaban atas pertanyaan2 lainnya
Ririen Narsisabiz Pashaholic nanya apa ya? semua tentang cerpen dah ditanya ma teman2.

mau nanya kirim ke joe fiksi pemberitahuan dimuat berapa bulan ya?
Eka Maryono Kamiluddin Azis: alur dibangun dari narasi dan dialog yang ada di setiap paragraf, maka perhatikan narasi dan dialog yang membangun paragraf2 tadi, apa ceritanya nyambung? kalau nyambung berarti alurnya nyambung. kedua, kapan alur itu akan disusupi oleh konflik? misalnya tokoh A tiba-tiba tersinggung dengan ucapan tokoh B, dan dia mulai ngomong dengan ketus, nah itu pun sudah masuk ke konflik. cara termudah belajar membangun alur adalah dengan banyak membaca karya pengarang lain., lihatlah bagaimana cara dia membuka kalimat di openingnya, bagaimana dia memanjangkan kalimatnya, di bagian mana dia menyusupkan konfliknya, di bagian mana dia menaikkan konfliknya ke level yang lebih tinggi dan akhirnya bagaimana pengarang itu menutup ceritanya? semua yang kita baca nantinya coba dipraktekkan untuk ditiru saat kita menulis cerpen. semua belajar memang awalnya meniru. menulis juga pasti meniru. kalau sudah bisa, akan muncul gaya sendiri. tapi awalnya pasti meniru.
Karunia Sylviany Sambas ttg quantum leap, sudah pernah baca salah satu cerpen. kalo novel yang mas sebutkan tadi belum. tapi Insya Allah saya coba baca. terima kasih, mas
Kamiluddin Azis Hehe, Ririen Narsisabiz Pashaholic udah curi start nanya soal Joefiksi. Sehubungan dg Joefiksi, semua org tahu Mas Eka ini PimRed-nya Joefiksi. Kalau boleh tahu visi misi majalah baru ini apa ya Mas?
Eka Maryono Tasliyah Noor Ningtiyas Mre: untuk mengatasi kebosanan resepnya cuma satu: ya jangan menulis dulu, membaca saja. kalau membaca pun bosan, maka jangan membaca, ya nonton tv saja. kalau masih bosan jjga, mungkin perlu rekreasi sama keluarga. di dunia ini bohong kalau ada orang g mengaku mampu menulis (mengarang ce rpen atau novel atau puisi dll) setiap hari. kalau pun tiap hari dia menulis, mungkin hanya dalam kurun waktu beberapa bulan saja, setelah itu pasti ada jeda istirahat.
Efih Sudini Afrilya Mas, bgaimana kiat untuk bs konsisten menulis di tengah sibuknya kerja?
Eka Maryono Muhammad Yusuf Abdillah: saya nulis cerpen baru bulan desember 2010, cerpen pertama saya judulnya rumah terakhir, dimuat di koran seputar indonesia (sindo) 2 januari 2011. belasan tahun lalu saya nulisnya puisi, kemudian berhenti bertahun-tahun karena bekerja sebagai wartawan dan akhirnya redaktur. baru akhir 2010 itu tiba2 muncul keinginan buat nulis cerpen. saya dapat ide dari berita yang saya tonton di TV, kadang dari baca koran atau internet. kadang2 ya menghayal sendiri. saya senengnya sama cerpenis2 rusia abad 19 seperti chekov, tolstoy, pushkin dsbnya. cerita mereka ringan, ditulis dengan gaya bahasa sehari-hari, tapi langsung menohok ke permasalahan sosial yang ada. kebetulan saya kurang senang dengan cerpen2 yang kurang menyentuh masalah sosial. bag saya cerpen harus seperti berita, punya fungsi sebagai kontrol sosial. meski pada aklhirnya penguasa tidak akan peduli, ya itu lain persoalan, yg penting kita sudah menyuarakan. tugas wartawan dan cerpenis itu sama: menyuarakan. soal ada gak yg mau dengar, itu urusan belakangan
Eka Maryono Kamiluddin Azis: saya juga kurang tau genrenya apa. tapi beberapa adalah cerpen realis, sementara lainnya surealis
Eka Maryono Tasliyah Noor Ningtiyas Mre: kalau mandeg di tengah jalan ya berhenti menulis. jangan dipaksa,.
Ririen Narsisabiz Pashaholic majalah joe fiksi sebesarnya harga berapa sih? di martapura aku nyari tempat jual majalah gak ada gak ada
Rinta Wulandari Mas Eka Maryono bagaimana cara menghadapi blocking saat menulis?alias mandeg dalam ide?terimakasih jawabannya
Guntur Alam RALAT...: Mas Eka Maryono. Novel JURAI true story, novel inspiratif. Yang science fiction itu novel remaja SOLELY YOU yang akan diterbitkan Elex Media Komputindo (grup Gramedia juga) tanggal 18 Maret 2013. JURAI diterbitkan Gramedia Pustaka Utama 7 Maret 2013. Demikian. Terima kasih, Kang Kamiluddin Azis.
Kamiluddin Azis baca 'meniru' dalam hal ini mungkin ATM ya Mas, Amati (belajar seperti yg dijelaskan Mas Eka Maryono tadi), Tiru (meniru polanya, bagaiamana opening, menyusupkan konflik dan mengeksekusi masalah) dan Modifikasi (Keluarkan/menerapkan gaya sendiri, tentu saja dg tema, konflik dll yg orisinal) bukan begitu Mas?
Kamiluddin Azis Rinta Wulandari silakan baca diskusi kita dari awal ya, pertanyaannya sudah terwakilkan dan sudah terjawab.
Eka Maryono harga joe fiksi Rp. 10 ribu, di martapura saya kurang tau beredar atau tidak. yang paling tau bagian sirkulasi. visi misi majalah joe fiksi sekedar menggairahkan semangat kepenulisan aja, gak niat buat jadi majalah besar, meski kalau akhirnya kapan2 bisa besar ya syukur deh, rezeki berarti, makanya kuota d setiap penerbitan selalu diusahakan ada jatah tempat buat para penulis pemula. pemula di sini diartikan sebagai yg belum terlalalu dikenal namanya (mungkin belum beruntung aja), sebab kalau dari segi isi, yg para pemula juga gak kalah bagus kok dibanding yang udah dikenal
Kamiluddin Azis Tuh sahabat, jangan sungkan kirim karya kalian ke majalah JOefiksi, selain buat belajar dan mengasah kemampuan menulis kalian, juga bisa dapet honor loh!
Kamiluddin Azis Mas Eka menurut Mas Eka, apakah menjadi cerpenis ini hanya merupakan hobi saja atau bisa juga dijadikan sebagai profesi?
Kamiluddin Azis Mas ada rencana ke depan untuk menulis Novel atau membuat buku kumpulan cerpen?
Eka Maryono saya gak tau kalau teman2 yg lain, tapi kalau saya menulis itu buat ngilangin stres aja hehe. jangan jadi profesilah, sebab di tahun 2013 ini harga tempe aja udah mahal. gak bakal bisa cukup makan dari hasil menulis. jadi menulis itu buat senang2 aja, syukur2 bsa terkenal, syukur2 lagi kalau akhirya bisa bikin novel, jadi best seller, difilmkan, dapat royalti, nah syukur deh bisa kaya. tapi ya syukur2 aja, kalau akhirnya nulis cma sekedar buat hobi juga gak apa2, masih bersyukur kan punya hobi.
Eka Maryono belum ada rencana bikin kumcer atau novel, saya hampir gak punya cita2. suka mendadak-mendadak aja,. seperti kemari tiba2 terpikir bikin maalah cerpen yg sederhana aja bentuknya, maka lahirlah joe fiksi (nama aslinya majalah Cerpen, tapi begitu mau naik cetak ada investor, mnta dirubah namanya jadi joe fiksi, ya saya manut aja. sebab saya gak mau pusing,. hidup ini kan 99% isinya persoalan, kalau dibikin tambah pusing dengan cita-cita malah jadi tambah mumet., maka santai dan mengalir aja kalau saya sedari dulu.
Eka Maryono Efih Sudini Afrilya: ada dua cara: pertama, curi waktu saat bekerja. pura2 kerja padahal lagi ngarang cerpen atau novel. kedua, ya pas malam hari sepulang kerja. tapi capeknya naudzubillah dan kadang malah jadi bengong gak bisa nulis apa2 krn udah terlalu capek. pasti gitu kan?
Kamiluddin Azis hehe suka dengan komentar terakhir Mas Eka Maryono soal 99% persoalan menguasai hidup kita. Tapi terus terang saya dan juga mungkin teman2 suka ngiler begitu melihat mereka yang berhasil dari 'menulis' bisa terkenal, dan tentu saja tajir. Iya betul banget Mas, kalau malam, niatnya buat nulis karena cuma punya wkatu malam, jatuhnya ketiduran di depan komputer dan besoknya pegel2, sakit pinggang, haha pengalaman pribadi.
Kamiluddin Azis Ok Mas Eka Maryono, sudah hampir jam 10 nih, kira2 apa lagi nih Mas yg bisa di-share ke sahabat2 di grup ini. Mohon motivasi dan bimbingannya. Itu saya salut, belasan tahun vakum menulis, sekalinya menulis cerpen selang sebulan dimuat di koran nasional. apa ya istilahnya, itu sudah bakat alami kali ya Mas
Kamiluddin Azis Tipsnya mungkin bisa juga ditambahkan bagaimana cara kirim ke koran nasional (Kompas, Republika, Tempo, dll) itu gimana caranya, cerpen apa yg mereka cari dan secara tekhnis mesti kirim ke mana dan seberapa CWS/halaman (soalnya masih banyak yg ingin tahu pasti dari nara sumber yg sudah sering tampil di media)
Eka Maryono mohon maaf sebelumnya kalau2 ada pertanyaan rekan2 yg belum sempat sy jawab. sebab mungkin pertanyaannya gak kebaca di layar komputer saya, seperti sy bilang tad modem saya lemot sekali. apa ya? saya gak punya tips apa2. kalau saya menulis cerpen memang gak terlalu sulit sebab saya punya background sbg wartawan dan editor. di pekerjaan itulah saya melatih diri menulis., jadi ketika menulis cerpen, udah gak terlalu susah. tapi mungkin rekan2 lain gak bisa semudah itu.
Eka Maryono jadi solusi tercepatnya (orang lain juga udah sering ngomong seperti ini) ya banyak membaca aja. tapi jangan sekedar baca, melainka perhatkan bagaimana pengarang itu membka ceirta, menata alurnya lalu menutup endingnya
Eka Maryono setelah banyak membaca ya banyak latihan menulis. tapi jangan jadi bebas. gak perlu harus ada target. kalau cma jadi 1 paragraf sehari ya gak apa2 asal yakin kalimatnya sudah benar,. daripada nulis berlembar-lembar tapi kacau balau., orang lain bingung bacanya, kita sendiri juga jadi ikut bingung, padahal kita yg ngarang. kan jadi aneh
Eka Maryono kalau soal teknis pengiriman sebenarnya bisa dilihat diblognya kak setta di http:www.lakonhidup.wordpress.com. klik menu bagian redaksi (kalau gak salah ingat), nbanti di sana ada alamat2 pengiriman (email) dsbnya
lakonhidup.wordpress.com
Kompas-Republika-Jawa Pos-Suara Merdeka-Kortem-MI
Kamiluddin Azis Siap Mas Eka Maryono, terima kasih sudah berkenan berbagi ilmu, tips menulis dan yang penting juga semangat berkarya. Saya yakin obrolan kita malam ini akan melahirkan inspirasi dan semangat baru buat sahabat yang mengikuti maupun yang setelah ini membaca dan membahasnya lebih lanjut. Terima kasih sekali lagi Mas Eka, sukses untuk karya-karya selanjutnya, dan sukses juga buat JOefiksi-nya, semoga gak hanya proyek coba-coba, tetapi jadi majalah cerpen yang lebih besar: ukurannya, kontent-nya, dan tentu saja oplah-nya, .... terima kasih ya Mas... salam inspirasiku
Eka Maryono sama2, terima kasih juga udah dikasih kepercayaan di sini., buat rekan2 kalau ada jawaban saya yg dirasa kurang mutunya, maaf sekali lagi, semata-mata krn saya jugha masih minim ilmu, terima kasih. wassalamu'alaikum wr wb.
Kamiluddin Azis Wlkm salam ....
Kamiluddin Azis terima kasih untuk sahabat semua yg sudah berpartisipasi malam ini. Ikuti diskusi mingguan selanjutnya demi menambah wawasan dan ilmu menulis buat peningkatan kualitas karya kita
Bottom of Form


Tidak ada komentar:

Posting Komentar